INILAH.COM, Washington – Pemilihan Presiden AS tinggal menghitung hari. Persaingan kubu kandidat Partai Demokrat dan Republik makin memanas. Bahkan, cenderung menjurus kotor. Sarah Palin menuding Barack Obama dekat dengan terorisme.
Palin dan Obama, tampaknya memang jadi bintang pesta demokrasi AS. Mereka menjelma dari bukan siapa-siapa menjadi kandidat penghuni Gedung Putih. Palin diusung Partai Republik sebagai kandidat wakil presiden untuk John McCain. Sejak saat itu, kandidat Republik mampu memberi ‘perlawanan’ terhadap popularitas Obama.
Palin dan Obama saling serang, saling cerca, saling menjelekkan. Palin menerima dirinya dijuluki ‘banteng berlipstik’. Tapi, tak lama berselang, dia pun melancarkan serangan yang menyudutkan Obama.
Akhir pekan lalu, misalnya, kubu McCain merilis iklan televisi, mengkritik lemahnya kemampuan Obama dalam melakukan penilaian (hukum). Seorang politisi senior Republik menyebut Obama ‘si botak berwajah pembohong’ setelah terlibat pertikaian soal yang menyangkut perawatan kesehatan.
Serangan membabi buta kubu Republik, tampaknya dilakukan karena kegagalan mereka merebut simpati dalam beberapa hari ini. Jajak pendapat menunjukkan, McCain, 72 tahun, kini tertinggal karena pandangannya yang buruk dalam mengatasi krisis finansial AS. Selain itu, keputusannya melempar handuk di
Kesempatan pertama kubu Republik muncul saat kedua kandidat head-to-head dalam debat televisi untuk kedua kalinya di
Dia bahkan sampai tiga kali muncul untuk mengecam hubungan Obama dengan mantan pemimpin kelompok kulit hitam sayap kanan yang radikal, William Ayers. Ayers adalah pendiri kelompok bawah tanah Weather Underground yang mengklaim ikut bertanggung jawab atas pengeboman Pentagon dan Capitol Hill saat Perang
“Lawan kami adalah seseorang yang melihat Amerika tidak begitu sempurna. Tidak cukup sempurna sehingga dia bersahabat dengan teroris yang akan menjadikan negara kita sebagai target. Dia bukan orang yang melihat Amerika sebagaimana kita melihat Amerika, sebagaimana saya melihat Amerika,” kata Gubernur
Satu hal, Palin tak keliru. Obama dan Ayers hidup bertetangga di Chicago. Mereka pun jadi anggota dewan yayasan yang sama. Tapi, saat Ayers menghentikan segala aktivitas masa lalunya, Obama masih kanak-kanak.
Palin sendiri mengutip laporan New York Times sebagai modal serangannya. Harian tersebut, Sabtu (4/10) mempublikasikan detil hubungan Obama dengan Ayers yang kini jadi profesor pendidikan di sebuah perguruan tinggi. Cuma, Palin, 44 tahun, seperti lupa dengan kesimpulan New York Times bahwa keduanya tak cukup dekat.
Eskalasi serangan terhadap Obama, senator
Kampanye kubu Republik juga menyebut Obama bohong atas klaimnya bahwa proposal McCain untuk urusan kesehatan, hanyalah sebuah trik. Proposal itu takkan bermanfaat untuk mereformasi sistem jaminan kesehatan. “Barack Obama berbohong kepada pemilih. Dia si botak pembohong,” teriak juru bicara McCain, Tucker Bounds.
Mendapat serangan bertubi-tubi, kubu Obama tenang-tenang saja. Mereka bahkan yakin, tudingan dan tuduhan itu akan mengantarkan kemenangan bagi senator yang pernah tinggal di Menteng itu.
“Jelas terlihat, John McCain dan Sarah Palin lebih suka menghabiskan waktu mereka untuk menyerang Barack Obama ketimbang menunjukkan rancangan untuk membangun ekonomi kita. Bukannya menawarkan solusi untuk pekerja Amerika dan keluarga mereka yang berjuang mengatasi persoalan ekonomi, mereka malah mengajukan politik kotor dan serangan tak senonoh,” kata juru bicara Obama. [I4]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar